Senin, 28 Desember 2015

perencanaan wilayah pesisir terpadu



Perencanaan wilayah pesisir terpadu
Nama : Wita Puspita Sari
Npm : E1I012003
Prodi : Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu

Quis ke IV
Soal
1.      Buat dan jelaskan matrik kesesuaian untuk budidaya perikanan atau ekowisata
2.      Apa yang dimaksud dengan daya dukung?
Jawaban :
1.                  Kualitas lingkungan dan kesesuaian wisata Kajian Potensi Kawasan dan Kesesuaian Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Lara Untuk Pengembangan Ekowisata Bahari.





Tabel 2. Matriks kesesuaian lahan untuk ekowiisata bahari kategori wisata snorkeling (Yulianda, 2007)
No
Parameter
Bobot
Kategori S1
Skor
Kategori S2
Skor
Kategori S3
Skor
Kategori N
Skor
1
Kecerahan perairan (%)
5
100
3
80 - <100
2
20 - <50
1
<20
0
2
Tutupan karang (%)
5
>75
3
>50 - 75
2
25 - 50
1
<25
0
3
Jumlah lifeform
3
>12
3
<7 - 12
2
4 - 7
1
<4
0
4
Jenis ikan karang
3
>50
3
30 - 50
2
10 - <30
1
<10
0
5
Kec. Arus (cm/dt)
1
0 - 15
3
>15 - 30
2
>30 - 50
1
>50
0
6
Kedalaman karang (m)
1
1 - 3
3
>3 - 6
2
>6 - 10
1
>10 <1
0
7
Lebar hamparan karang (m)
1
>500
3
>100 - 500
2
20 - 100
1
<20
0
Keterangan : - Jumlah = Skor x bobot - Nilai maksimum = 54

Analisis kesesuaian lahan dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kawasan untuk pengembangan wisata. Ini dilakukan untuk melihat kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kegiatan yang dilakukan dikawasan tersebut. Rumus yang digunakan untuk kesesuaian wisata bahari menurut Yulianda (2007) adalah sebagai berikut :
IKW = Σ[Ni/Nmaks] x 100%
dimana :
IKW = Indeks Kesesuaian Wisata;
Ni = Nilai Parameter Ke-I (bobot x skor);
Nmaks = Nilai maksimum dari suatu kategori wisata.
 Dari hasil dari perhitungan indeks kesesuaian wisata ini maka dapat dilihat kelas kesesuaian kawasannya (Yulianda, 2007) dengan kategori sebagai berikut:
1. Sangat sesuai (S1)       : 83 – 100 % ;
2. Cukup sesuai (S2)        : 50 – <83 % ;
3. Sesuai bersyarat (S3)  : 17 – <50 % ;
 4. Tidak sesuai (N)          : <17 % .
Kondisi topografi Pulau Lara merupakan pulau berbukit dan ditumbuhi hutan tropis dengan tanaman keras yang masih alami. Pulau ini di kelilingi dengan batu cadas dengan kondisi pantai yang curam kecuali disisi sebelah barat mempunyai pantai pasir putih dengan panjang ± 160 m dan lebar sekitar 8 m. Pulau Lara tidak memiliki penghuni, masyarakat hanya datang ke perairan di sekitar pulau ini untuk memancing. Saat ini Pulau Lara juga sudah dijadikan sebagai salah satu tujuan wisatawan lokal yang berasal dari kota kendari untuk rekreasi, umumnya kegiatan yang mereka lakukan di pulau ini yakni berenang, duduk-duduk santai di pinggir pantai yang terletak di sisi barat pulau sambil menikmati indahnya hamparan laut dengan degradasi warna hijau hingga kebiruan serta pemandangan Gunung Moramo dengan hutannya yang masih alami dan ada juga yang bersnorkeling.
Aksesibilitas ke Pulau Lara cukup mudah, untuk menuju ke pulau ini dapat ditempuh dalam waktu ± 15 menit dari Desa Wawatu dengan menggunakan perahu bermotor bermuatan 15 orang dengan biaya yang ditawarkan Rp. 20.000,- per orang untuk setiap penyebrangan. Sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata di pulau ini masih sangat minim, belum tersedia sumber air bersih, dan rumah-rumah untuk menyimpan barang-barang atau tempat bersantai juga belum ada.

Objek daya tarik wisata
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan juga hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner terhadap pengunjung dan masyarakat yang pernah mengunjungi Pulau Lara bahwa objek yang menjadi daya tarik bagi mereka untuk mengunjungi Pulau Lara yakni panorama alam di kawasan pulau yang menawarkan berbagai macam objek mulai dari suasana pulau, pantai berpasir putih, hingga keindahan terumbu karangnya. Kondisi dari objek daya tarik wisata yang ada di Pulau Lara menurut para responden dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Pendapat responden mengenai kondisi objek daya tarik wisata pulau lara
No
Objek Daya Tarik Wisata
Kondisi
Buruk sekali (%)
Buruk (%)
Sedang (%)
Baik (%)
Baik sekali (%)
1
Panorama Alam
6,67
36,67
16,67
40,00
2
Perairan Jernih
6,67
6,67
23,33
46,67
23,33
3
Terumbu Karang
6,67
6,67
40,00
40,00
6,67
4
Pasir Putih
20,00
33,33
30,00
16,67
5
Vegetasi/tumbuhan darat
10,00
30,00
30,00
16,67
13,33
6
Keanekaragaman biota air
3,33
13,33
50,00
23,33
10,00
7
Cuaca
3,33
10,00
50,00
26,67
10,00
8
Padang Lamun
6,67
30,00
40,00
13,33
10,00


















2.                  Menurut Dahuri (2002) daya dukung disebut ultimate constraint yang diperhadapkan pada biota dengan adanya keterbatasan lingkungan seperti, ketersediaan makanan, ruang atau tempat berpijak, penyakit, siklus predator, oksigen, temperatur, atau cahaya matahari.
Menurut UU No. 27 Tahun 2007, Daya Dukung Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah kemampuan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Pulau-Pulau Kecil merupakan pengertian yang terintegrasi satu dengan yang lainnya, baik secara fisik, ekologis, sosial, budaya, maupun ekonomi dengan karakteristik sebagai berikut :
a.       Terpisah dari pulau besar;
b.      Sangat rentan terhadap perubahan yang disebabkan alam dan/atau disebabkan manusia;
c.       Memiliki keterbatasan daya dukung pulau;
d.      Apabila berpenghuni, penduduknya mempunyai kondisi sosial dan budaya yang khas;
e.       Ketergantungan ekonomi lokal pada perkembangan ekonomi luar pulau, baik pulau induk maupun kontinen.